1 Agustus 2026
LICS 2026 UNISSULA Perkuat Kolaborasi Hukum Internasional dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

Semarang – Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Fakultas Hukum UNISSULA menyelenggarakan rangkaian Legal International Conference & Studies 9th (LICS 2026) and Call for Papers-Proceedings pada 25 Juli–1 Agustus 2026 dengan tema "Combating Human Trafficking & Enhancing Protection of Women and Children." Kegiatan ini menjadi forum akademik internasional untuk memperkuat kajian hukum, meningkatkan perlindungan perempuan dan anak, serta mendorong kerja sama lintas negara dalam menghadapi tindak pidana perdagangan manusia.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan tahap finalisasi makalah pada 25 Juli 2026, kemudian dilanjutkan konferensi utama pada 30 Juli 2026 di Auditorium UNISSULA dan sesi presentasi makalah pada 31 Juli 2026 di International Unit Program (IUP) UNISSULA. Agenda diisi dengan keynote speech, diskusi panel, presentasi makalah, analisis hukum komparatif, dialog berbasis kasus, hingga sesi jejaring akademik.
LICS 2026 menghadirkan peserta dari kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa pascasarjana, praktisi hukum, pembuat kebijakan, serta delegasi internasional dari berbagai negara. Sejumlah tamu dan narasumber spesial turut hadir, di antaranya Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dan Prof. Junimart Girsang, bersama akademisi dari Jepang, Australia, Mesir, Turki, Yordania, Maroko, Spanyol, dan Maladewa. Kehadiran para tokoh tersebut menciptakan suasana akademik yang dinamis melalui pertukaran gagasan dan perspektif hukum internasional.
Melalui rangkaian LICS 2026, PDIH UNISSULA menargetkan lahirnya rekomendasi hukum dan kebijakan yang inovatif, penguatan jejaring akademik internasional, serta pengembangan kolaborasi penelitian dan publikasi melalui prosiding. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran UNISSULA sebagai pusat pengembangan kajian hukum internasional sekaligus mendorong upaya bersama untuk mewujudkan perlindungan yang lebih kuat bagi perempuan dan anak.