Unissula Luluskan Doktor Pertama

Unissula Luluskan Doktor Pertama

SEMARANG - Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Unissula menorehkan sejarah baru dengan mencetak doktor untuk kali pertama, Sabtu (20/4). Doktor baru tersebut adalah Radi Yusuf yang berhasil mempertahankan disertasi dengan mendapat pujian (cumlaude) sekaligus meraih nilai 3.84.

‘’Ini merupakan hari yang bersejarah bagi Unissula. Keberhasilan PDIH mencetak doktor sekaligus upaya memberikan sumbangsih untuk dunia pendidikan tinggi.

Selamat bagi PDIH dan promovendus, lantaran berhasil mencapai jenjang keilmuan tertinggi,’’ tutur Dekan FH Dr Jawade Hafiz didampingi Ketua PDIH Prof Dr Gunarto, kemarin. Lulus dengan predikat pujian, menunjukkan kualitas keilmuan promovendus yang sehari-hari merupakan hakim PA Brebes.

Pria kelahiran Grobogan itu menguasai persoalan, meski dicecar dengan beragam pertanyaan saat mempertahankan riset berjudul ”Rekonstruksi Hukum Pembagian Harta Bersama akibat Perceraian Berbasis Nilai-Nilai Keadilan”.

Berkeadilan

Ujian disertasi menjadi ajang untuk mengupas pemikiran suami Sumiarsih itu. Tim penguji terdiri atas Prof Dr Gunarto (promotor), Dr Ahmad Kisni (co promotor), Dr Eko Soponyono, Dr Sri Endah W, Dr Jawade Hafidz, dan Dr Djauhari. Penelitian tersebut menginginkan pembagian harta ganagini proporsional bila muncul kasus perceraian.

Promovendus mengusulkan bentuk pembagian yang berkeadilan. ‘’Misalnya, melalui perbandingan 1/3 untuk duda (mantan suami) dan 2/3 untuk janda (mantan istri). Atau juga bisa berupa perbandingan 1/4 untuk duda dan 3/4 untuk janda,’’ungkapnya.

Pemikiran Radi didasari banyak kasus, bahwa beban perempuan sangat berat. Mereka tak hanya mengasuh anak, tetapi juga bekerja keras ketika suami lontang-lantung tanpa pekerjaan.

Hak kaum perempuan perlu dijaga bila kemudian muncul konflik keluarga yang berbuntut perceraian. Merujuk ketentuan Pasal 35 Ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama. Ketika muncul kasus perceraian, harta gana-gini dibagi rata, baik duda maupun janda mendapat hak sama.

 
You must have the Adobe Flash Player installed to view this player.