Mahasiswa PDIH Unissula Teliti Fenomena Sengketa Gono Gini

Mahasiswa PDIH Unissula Teliti Fenomena Sengketa Gono Gini

Pembagian harta harta bersama sebelum atau pasca perceraian yang acap kali menimbulkan permasalahan rumit dikaji secara mendalam oleh  Drs Radi Yusuf MH candidat doktor dari Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Unissula yang dipresentasikan di hadapan tiga penguji yakni Prof Dr Gunarto, Prof Dr Sri Sumarwani, dan Dr Ahmad Khisni (30/8).

Menurut Radi Yusuf perubahan sosial sebagai salah satu penyebab munculnya sengketa  pembagian harta bersama terkadang muncul secara bersama yakni  antara perubahan sosial dan hukum khususnya hukum tentang pembagian harta bersama.

Menurut ketentuan Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan Pasal 35 Ayat (1), bahwa “Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta benda bersama”. Dan Penjelasan Pasal 35 Ayat (1), bahwa “Apabila perkawinan putus, maka harta bersama tersebut diatur menurut hukumnya masing-masing”.

Yang dimaksud dengan "hukumnya masing-masing” adalah disebutkan dalam Penjelasan Pasal 37 UU Nomor 1 Th 1974 Tentang Perkawinan, bahwa “Yang dimaksud dengan hukumnya masing-masing ialah hukum agama, hukum adat dan hukum-hukum lainnya”. Di dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 88, bahwa “Apabila terjadi perselisihan antara suami istri tentang harta bersama, maka penyelesaian perselisihan itu diajukan kepada Pengadilan Agama”.

Prof Dr Gunarto menyatakan bahwa seharusnya hukum harus mampu melindungi fihak fihak yang lemah baik suami maupun istri. Dan penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi yang cerdas seiring dengan dinamika perkembangan zaman serta semakin banyaknya kasus perceraian maupun sengketa harta bersama. Dibutuhkan aspek aspek keadilan  yang komprehensif dan tidak hanya berdasarkan keadilan distributif.

Senada dengan hal itu Dr Akhmad Khisni juga mengharapkan penelitian bisa menghasilkan sesuatu yang berguna bukan hanya bagi satu agama satu golongan tapi menjadi sesuatu hal yang bagus dan bisa dijadikan rujukan bagi semua anak bangsa.
Prof Sri Sumarwani meminta peneliti menyelami permasalahan riil di masyarakat “Dalam banyak kasus wanita sering dirugikan misalnya ketika mengurus perceraian ia tidak lagi memikirkan harta gono gini karena sudah sedemikian capek dalam kehidupan rumah tangga yang menyengsarakan sehingga yang penting bisa cerai dan segera mengakhiri penderitaan dalam perkawinannya. Bisa saja hal itu  terjadi karena pengetahuan istri yang minim atau karena memang pengadilan hanya memutus perkara berdasarkan tuntutan semata misalnya yang diajukan tuntutan cerai maka yang diputuskan pengadilan hanya perceraian. Kalau yang diajukan perceraian, pembagian harta bersama dan  hak asuh anak  maka ketiga tiganya juga akan diputuskan oleh pengadilan agama.

 
You must have the Adobe Flash Player installed to view this player.